← Semua artikel

Setting Conversion Tracking di Google Ads

Bagaimana cara setting Conversion Tracking di Google Ads? dan Kenapa ini Penting?

Google Ads jadi salah satu paid channel yang banyak digunakan Digital Marketer saat ini berbagai macam objective dalam aktivitas digital marketing mereka.

Mulai dari membangun awareness, mendapatkan leads, sampai prospect untuk closing menjadi sales.

Tapi fakta yang terjadi di lapangan adalah tidak semua digital marketer mengerti tentang tracking conversion atau gampangnya; gak semua paham tentang cara memasang conversion tracking di Google Ads mereka.

Ini gak cuma terjadi di banyak kasus aja, ini juga terjadi di pekerjaan gue sebagai SEO & Performance Marketing, yang mana pada saat ini gue kira pasang tracking conversion itu mudah, padahal stepnya cukup panjang.

Di sini gue akan bantu kalian untuk bisa pasang conversion tracking di Google Ads agar bisa memantau apakah campaign kalian sudah sesuai dengan objective, atau belum.

πŸ’‘
Kemungkinan artikel ini agak panjang, jadi kalian bisa akses Table of content di bawah, untuk ke bagian tertentu.

Di sini, gue akan kasih sedikit flow atau gambaran dari bagaimana kalian bisa setting conversion tracking di Google Ads step-by-step.

Notion image

Kalau masih bingung, ayo kita breakdown

Jadi, step pertama adalah lo harus punya website. Yap, ini wajib dan harus banget. Kemudian, lo juga harus setting akun Google Tag Manager karena ini yang jadi jembatan antara data konversi dan Google Ads.

Kalau udah, masukkin dulu code tracking dari Google Tag Manager ke website buat mastiin kalau website lo emang udah terintegrasi.

Selanjutnya silakan setting Google Ads kalian untuk buat campaign atau adgroup.

1. Setting Conversion di Google Ads

Kalau Google Tag Manager sudah terinstall, langkah selanjutnya kita masuk untuk pembuatan konversi yang kita inginkan.

Caranya, masuk ke Dashboard Google Ads β†’ Goals β†’ Summary dan pilih Create Conversion Action

Notion image

Selanjutnya, setting Conversion yang diinginkan. Dan ambil data source nya dari Google Tag

Notion image
πŸ’‘
Pastiin lo udah tau conversion ini mau ditaruh di mana. Misalnya, button Contact us, Form filled, dan lain sebagainya. Dari awal, sudah harus di tentukan dulu.

Pastikan juga Google Ads nya sudah terhubung dengan Google Tag Manager dengan cara di atas. Kalau sudah, lanjut kita Save and Continue.

Lanjut, kita pilih kategori dari conversion yang kita punya. Di sini, kalian bisa sesuaikan dengan objective kalian masing-masing.

Misalnya, Purchases untuk pembelian, Sign-up untuk pendaftaran, Request Quote untuk misalnya kalau objective nya adalah chat dan nanya harga, atau lain sebagainya.

Apakah harus sesuai banget banget? Nggak juga kok.

Kalian bisa sesuaikan dengan keinginan masing-masing. Kalau gue pribadi, gue pakai Request Quote untuk Ads yang objective nya adalah users klik tombol submit pada form Contact us.

Notion image

Kalau sudah, lanjut lagi Save and Continue.

Sebagai contoh, di sini gue pake Request Quote dan langsung aja klik Create Conversion β†’ Pilih Google Tag

Notion image

Kemudian, untuk conversion setup kalian bisa pilih Manually with Code.

Notion image

Dan untuk Conversion Settings kalian bisa ikutin settingan yang gue pakai.

Notion image
Notion image

Kalau sudah, kalian tinggal Done dan nanti akan muncul seperti ini

Notion image

Klik aja Save and Continue.

Almost done. Di sini kita tinggal finishing setup dengan menghubungkan Google Tag Manager ke Google Ads untuk Conversion Tracking.

Lanjut aja pilih Use Google Tag Manager dan catat baik-baik;

  • Conversion Label
  • Conversion ID

Karena 2 hal ini akan kita tempatkan di Google Tag Manager nantinya.

Notion image

Klik Set up in Google Tag Manager dan kita siap ke langkah berikutnya.


2. Identifikasi Area yang ingin di Track sebagai Conversion

agak susah ya bahasanya? haha gue coba jelasin ya …

Step kedua ini memang agak sulit, karena biasanya kalian harus bekerja sama dengan web developer ataupun front-end buat cari tau id atau parameter dari tiap bagian website. Maksudnya gimana?

Sebagai contoh, gue mau pasang conversion tracking ini di Button Whatsapp misalnya.

Maka, gue harus tau dulu nih Button Whatsapp ini punya button id atau nggak. Karena kalau gak ada button id, maka Google gak akan bisa tracking conversion lu sampai mana.

Ada 2 cara yang bisa kalian lakukan.

1. Identifikasi Manual lewat Inspect Element

Sebagai contoh, gue mau track conversion untuk tiap orang yang klik pada Check Availibility.

Jadi, yang gue lakukan adalah klik kanan β†’ Inspect Element β†’ dan melihat apakah ada button id pada tombol tersebut, atau nggak.

Notion image

Dan kebetulan, di sini button Check Availibility punya Button id yakni checkAvailBtn.

Apakah semua website pasti kaya gini? Tentunya tidak. Maka dari itu gue katakan, kalian harus bekerja sama dengan web developer buat cari tau apakah ada button id nya atau tidak.

Semisal gak ada pun, kalian bisa minta mereka untuk menambahkannya.

πŸ’‘
Catatan penting, tiap website memiliki cara penambahan button id yang berbeda. Jadi, sesuaikan saja dengan platform atau framework yang digunakan.

2. Lewat Google Tag Manager

Sebetulnya, kalau cara ini untuk identifikasi lebih lanjut atau advance. Apalagi, kalau kalian sudah mengerti soal Google Tag Manager, button id, atau parameter lain di website, cara ini bisa jadi alternatif yang ngebantu kamu buat identifikasi id dari tiap elemen.

Di Google Tag Manager, klik pada Preview (sebelah Submit)

Notion image

Kemudian masukkan website atau domain yang ingin kamu cari parameter nya dan ingin kamu pasangkan Google Ads Conversion Tracking

Notion image

Tunggu sampai proses nya selesai, dan terbuka tab browser baru dengan informasi jika Google Tag sudah Connect atau Terhubung

Notion image

Sebagai contoh, di sini gue akan klik pada Button Nomor Telpon yang ada di bagian header.

Notion image

Di bagian side bar kiri (di bawah Summary) kalian bisa lihat aktivitas yang dilakukan di website. Nah, karena ini kita akan klik Button Telpon, maka kita akan cari activity yang bernama Click atau sejenisnya.

Berhubung ternyata button telpon yang di klik tadi mengarahkan kita untuk membuka link, maka yang kita gunakan adalah Link Click dan kita ambil variable Click URL.

Notion image

Sampai sini, kita bisa simpan baik-baik variable atau param yang kita inginkan. Kalian bisa explore lebih jauh mau pakai button id, atau yang lain, selama trigger dan variable nya sudah dimasukkan.

Ini nanti akan gue bahas lebih jauh dan lengkap di artikel berikutnya, ya.


3. Connect Conversion ke Google Tag Manager

Masuk ke https://tagmanager.google.com/ dan pastikan website kalian terbaca atau sudah terhubung.

Kemudian, masuk ke bagian Tag dan klik pada tombol New untuk membuat tracking conversion baru.

Notion image
πŸ’‘
Sebetulnya ada beberapa hal penting yang harus di setting di sini, tapi mungkin next tutorial akan gue bahas mengenai si Google Tag Manager ini ya.

Lanjut, beri nama Conversion kalian (contoh: Request-Quote) klik di Tag Configuration β†’ Google Ads β†’ pilih Google Ads Conversion Tracking

Notion image

Lanjut, masukkan Conversion IDΒ dan Conversion Label yang tadi di dapat ketika setting Conversion di Google Ads

Notion image

Lanjut, kita scroll ke bagian Event Parameters β†’ klik Add Parameter β†’ Masukkan parameter yang sudah kita temukan tadi.

Sebagai contoh di atas karena kita menemukan Click URL, maka kita isi:

  • Event Parameter: Ketik Link_URL dan kemudian untuk Value klik pada icon +
Notion image

Setelah itu pilih pada Click URL karena kita akan memasukkan URL yang sudah kita temukan dengan cara kedua tadi.

Notion image

Kurang lebih, nanti tampilannya akan jadi seperti ini. Jika sudah, lanjut klik pada bagian Triggering

Notion image

Kemudian klik pada icon + di pojok kanan atas

Notion image

Kemudian beri nama Trigger (contoh: Click-Phone) kemudian Choose Trigger dengan opsi Just Links

Notion image

Kemudian atur Configuration Trigger nya dengan

  • This trigger fires on β†’ Some Link Clicks
  • Fire this tirgger … β†’ Pilih + lalu pilih Click URL
  • Atur ke equals (untuk lebih spesifik) atau contains
  • Dan isi dengan yang kita dapat dari Preview untuk Click URL nya
Notion image

Jika sudah langsung saja klik Save.

Nantinya, Conversion tracking yang kita buat akan muncul di Google Tag Manager. Sisanya, tinggal kalian klik Publish agar conversion tracking ini bisa kita integrasikan ke Google Ads.


4. Integrasi Tag Manager ke Google Ads

Setelah conversion tracking di buat, kalau kita perhatikan di bagian Goals β†’ Conversion, conversion yang baru saja kita buat pasti error atau tidak terdeteksi.

Sebetulnya hal ini sangat wajar. Karena biasanya Google Ads butuh waktu antara jam hingga hari, untuk mendeteksi ini.

Untuk itu, kita bisa klik pada bagian Troubleshoot untuk mempercepat proses validasi konversi yang kita buat tadi.

Notion image

Nantinya, Google akan meminta kamu untuk testing pada konversi yang kamu buat tadi.

Ingat, di sini tadi kita membuat conversion tracking pada button telpon kan? Jadi, kita langsung saja klik Continue, dan Google akan meminta kamu untuk memasukkan website seperti Preview tadi, dan klik saja Continue.

Notion image

Setelah itu, kamu akan menemukan perintah yang mana mengharuskan kamu untuk menguji button yang kamu pasangi conversion tracking tadi.

Notion image

Karena kita tadi pasangnya di button telpon, maka kita langsung saja klik.

Jika sudah, kalian bisa lihat di pojok kanan bawah, apabila conversion tracking kalian valid dan sesuai dengan parameter atau variable yang sudah ditentukan, maka akan ada centang hijau yang menandakan jika tracking conversion kalian sudah mengirimkan data.

Notion image

Selanjutnya kita tinggal klik pada Finish, dan nantinya Debug mode nya akan berubah seperti ini:

Notion image

Langkah terakhir adalah kalian tinggal cek pada dashboard Google Ads kalian, lalu masuk ke bagian Goals β†’ Conversion dan pastikan conversion yang sebelumnya Inactive berubah jadi Active atau No recent conversions yang menandakan conversion kalian sudah valid.


Dan yap, mungkin segini aja dulu untuk tutorial yang bisa gue bagikan.

Mungkin ini ga sesuai step-by-step nya banget, karena sebetulnya, ada banyak hal yang perlu di update terlebih dahulu sebelum masuk sampai artikel ini.

Tapi gapapa. Next nya gue akan update untuk setup si Google Tag Manager dari awal, agar kalian ga bingung. Jadi, stay tune terus yap!


Note:

  • Tutorial ini gue buat dengan segala pemahaman dan pengalaman gue
  • Website yang dijadikan contoh adalah beberapa website yang sempat gue kerjakan dan gue bertanggung jawab penuh atas website tersebut.